Rabu, 01 Februari 2012

MENULIS YANG MENGESANKAN

ADA banyak bukutentang teori belajar menulis di media massa. Mulai dari buku yang ditulis olehkolumnis terkenal, akademisi sampai  buku yang ditulis pakar. Namun,buku-buku tersebut, tidak selamanya berhasil membantu. Selalu ada rintanganmenuangkan insfirasi bagi seorang penulis pemula. Lantas, apa solusinya?
            
Biasanya,  ide dan teknikmenuangkan adalah dua problema umum yang dihadapi setiap penulis pemula. Mereka, karena belum terbiasa akan terbentur mencari gagasan yang menjadimateri tulisan selanjutnya adalah metode praktis untuk menuangkannya menjaditulisan yang layak dimuat di media massa.
            
Tetapi, Anda tidak perlu khawatir.Tulisan ini akan mengungkap metode sederhana yang cukup membantu anda menjadiPenulis. Setidaknya,mengawali pekerjaan sebagai Penulis. Berikut ini, metodepraktis, cara mudah memulai menjadi Penulis.

1. Mulai denganpengalaman menarik.
            
Setiap orang, tentu memiliki pengalamanmenarik dalam hidupnya. Coba Anda ingat kembali kisah paling berkesan dalamkehiduapan Anda. Baik saat Anda masih anak-anak, maupun saat usia dewasa. Tidakperduli apakah pengalaman Anda itu berupa kisah manis atau malah, problemahidup yang menyakitkan.
            
Sebab, setiap pengalaman yang palingberkesan tetap melekat di pikiran kita karena kesan itu begitu kuat dan mendalam.Dari kesan ini,  pikiran Anda akan terbantu menuangkan raingkaianinformasi dalam peristiwa yang Anda alami itu ke atas kertas atau ke layarkomputer Anda. Dengan demikian, tentang materi yang akan Anda tulis sudah tidakmenjadi masalah lagi. Sekarang tugas berikutnya adalah cara mudah menunangkankesan itu menjadi tulisan.
           
2. Gambarkan lebihdulu di pikiran Anda.
          
Lima tahun silam, saat mengawali tugassebagai dosen mata kuliah “Menulis” di universitas saya menggunakan metode ini.Sekitar 250 mahasiswa yang saya didik,  pada awalnya tidak tertarik dengan“menulis” menjadi sangat bergairah saat diberi tugas menulis pengalamanmengesankan  dalam hidup mereka.
          
Setelah mereka berhasil mengembalikaningatan pada kisah-kisah manis atau pahit dalam kehidupan mereka, tumbuhantusiasme menjadi Penulis. Lantas, teknik berikutnya yang saya anjurkanadalah: Menggambarkan lebih dulu kisah itu dipikiran mereka sebelum dituangkandi atas kertas.
            
Saya malah, tercengang saat membacatulisan-tulisan mereka. Bayangkan, sekitar 75 persen mahasiswa tersebutmemperlihatkan talenta menulis yang baik. Dari pengakuan mereka, sayamemperoleh informasi, bahwa menjadi mudah bagi mereka menuliskan kesan yangbenar-benar mendalam di pikiran mereka. Malah, semenjak tugas tersebut, 25 persen di antara mahasiswa ingin menjadi Penulis.  Kemudian lebih giatlagi berlatih menulis tofik-tofik yang lain.

3. Gunakan kalimatsederhana dan pendek.
           
Apapun yang anda  tulis, tujuannyabukan hanya untuk Anda. Tetapi  untuk kepentingan bahan bacaan bagi publik pembaca. Untuk itu, upayakan agar kalimat-kalimat yang Anda tulissederhana saja agar mudah dipahami pembaca. Gunakan juga kalimat-kalimat pendekagar tidak terkesan membosankan. Pembahasan tidak bertele-tele dan tidakberbelit-belit. Langsung saja pada  isi cerita dengan runtut.
            
Metode bercerita bisa membantu saatmenuangkan gagasan. Maksudnya, anggap saja Anda sedang bercerita kepadaseseorang tentang pengalaman Anda tersebut. Ceritakan kisah itu dengan bahasasederhana, kalimat-kalimat singkat, agar pendengar Anda langsung mengerti.Cerita itulah yang sedang Anda tulis. Berdasarkan pengalaman saya, metodeseolah bercerita cukup membantu dalam menulis.


4.Periksa ulang. 

Tidak ada yang langsung sempurna. Demikian juga dengan tulisan. Selalu seringada yang luput dari pikiran dan perhatian kita. Sehingga, kita tidak menyadaribahwa kita telah  melakukan kesalahan. Apakah tentang ejaan yang salahketik atau kosa kata yang salah penggunaan juga kata-kata yang pengunaannyaberulang-ulang.
      
Nah, saat memeriksa kembali naskah yang ditulis, Anda butuh ketelitian berikutkamus dan buku pedoman ejaan. Pekerjaan ini sangat penting, sebagai standarakhir kesempurnaan tulisan. Sebab, ejaan yang salah, penggunaan kata yang tidaktepat serta pengulangan kata-kata serupa adalah cacat yang sulit dimaafkanpembaca. Hindari itu!
            
Saya kira, yang paling penting bagaimana Anda memulai menulis. Jika Anda inginmenjadi Penulis, mulailah sekarang. Sekarang juga. Tidak ada metode yang lebihampuh selain segera berbuat. Saya yakin Anda mampu untuk itu. Selamat menjadiPenulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar