Minggu, 19 Februari 2012

Adverbia


ADVERBIA
Adverbia  adalah kata yang menjelaskan verba, adjeftiva atau adverbial lain.
Contoh: ia sangat mencintai istirinya
Kata sangat itu adalah adverbial
Mencintai adalah verba atau kata kerja
Adverbial dari segi bentuknya
A. adverbial tunggal
Adverbia tunggal dibedakan menjadi dua macam antara lain:
1. Adverbial yang berupa kata dasar. Adverbial yang berupa kat dasar hanya terdiri atas satu    suku kata dasar
Contoh: baru
Kalau baru, misalnya selain sebagai adverbial, dapat juga digolongkan sebagai adjektiva.
2. Adverbial yang berupa kat berafiks
Contoh: sebaiknya kita segera membayar pajak itu
3. Adverbial yang berupa kata ulang yang terbagi antara lain:
a. pengulangan kata dasar
contoh: kami duduk diam – diam mendengarkan ceramah
b. pengulangan kata dasar dan penambahan afiks se-
contoh: sebesr – besarnya wanita, kalau marah berbahaya
c. pengulangan kata dasar dengan penambahan sufiks-an
Contoh: kami memarahinya habis – habisan kemaren
d. pengulangan kata dasar dengan penambahan gabungan afiks se-nya
contoh: burung itu terbang setinggi-tingginya


B. Adverbial gabungan
Terdiri dari atas dua adverbial yang berupa kata dasar contohnya:
-          lagi pula
-          Hanya saja
-          Hamper selalu
1. Adverbia dari segi prilaku sintaksisnya
·         adverbial yang didahului kata yang di terangkannya
o   contoh: ia lebih tinggi dari adiknya
·         adverbial yang mengikuti kata yang di terangkannya
o   contoh: jelek benar kelakuannya
·         adverbial yang didahului atau mengikuti kata yang di terangkannya
contoh: mahal amat harga bajua itu
kata amat mempunyai dua fungsi yaitu:
-          Menjelaskan mahal dan
-          Menjelaskan harga
·         adverbial yang mendahului dan mengikuti kata yang di terangkan
contoh: saya yakin bukan dia saja yanga pandai.
2. Adverbial dari segi prilaku semantiknya
-   Adverbia kualitatif atau makna adalah adverbial yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat, derajat, atau mutu.
Contoh: kata paling, sangat, lebih, dan kurang.
-          Adverbial kuantitatif adalah menggambarkan makna yang berhubungan dengan jumlah.
Contoh: kata banyak, sedikit,kira- kira dan sukup
-          Adverbia limitatik atau batasan adalah adverbial yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan pembatasan
Contoh: kata seperti hanya saja, sekedar
-          Adverbial frekuentatif atau kekerapan adalah adverbial yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterapkan adverbial lain
Contoh: kata – kata seperti kadang- kadang
-          Adverbial kewaktuan adalah adverbial yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan saat terjadinya peristiwa yang diterangkan oleh adverbial itu.. seperti: kata baru
Contoh: ayah bari diberhentikan dari jabatannya
-          - adverbial kecaraan adalah adverbial yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan bagaimana peristiwa yang diterangkan oleh adverbial itu langsung atau terjadi. Seperti: diam – diam
Contoh: ikuti dia diam – diam dari belakang
-          Adverbial lantranstif adalah adverbial yang menggambarkan pertentangan dengan makna kata atau hal yang dinyatakan sebelumnya. Seperti: bahkan, malahan, justru
Contoh: siapa bilang dia kikir, justru dia yang menyumbang paling banyak.
-          Adverbial keniscayaan adalah adverbial yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan kepastian tentang keberlangsungan atau terjadinya hal atau peristiwa yang dijelaskan adverbial itu. Seperti: niscya, pasti, dan tentu
3.  Adverbia konjuktif adalah adverbia  yang menghubungkan satu klausa atau kalimat dengan klausa atau kalimat yang lain.









Senin, 13 Februari 2012

MACAM - MACAM SUKU KATA


MACAM – MACAM SUKU KATA

NO
VK
Bahasa Daerah Minang
1
 V
u-da, u-ni, e-tek,
2
VK
Ka-pa-lo
3
KVK
la-lok,
4
KVK
Lam-bek
5
KVKK
ka-ram, bang-krut
6
KVKKK
Pan-ci
7
KKV
Pro-ses
8
KKVK
       Tra-gak ,tru-k
9
KKKV
Stri-ka
10
KKKVK
Kre-ta,
11
KKVKK
Trom-pa,

Senin, 06 Februari 2012

Nomina dan Pronomina

Pertemuan ke-2
Tanggal 01 februari 2012
Nomina dan Pronomina
Nomina sering juga disebut dengan kata benda. Dilihat dari segi semantik, sintaksis, dan segi bentuk.
Dari segi simantik nomina adalah kata yang mengacu kepada manusia, binatang, dan benda
Bagian – bagian nomina
1.      Nomina penyapa digunakan untuk pendengar atau pembaca atau orang yang kedua
Contoh kalimat:  apa kabar pak!
2.      Nomina pengacu digunakan untuk merujuk pada orang yang dibicarakan yaitu orang ketiga
Contoh kalimat: dia pergi kesuatu tempat.
3.      Nomina penjumlahan digunakan untuk menjumlahkan bilangan

Konkrit adalah  kata benda yang bisa dilihat dengan kesat mata (manusia, binatang,     tumbuh- tumbuhan dan konsep)
jenis
abstrak adalah jenis kata benda yang tidak bisa dilihat tetapi hanya bisa     dirasakan
 (  kebahagiaan, pembelian, dan perasaan)
Kata nomina atau kata benda, terdapat benda mati dan benda hidup.
Benda mati adalah benda yang tidak dapat menghasilkan dan tidak dapat bergerak dengan sendirinya. Sedangkan benda hidup adalah kebalikan dari benda mati.
Pronomina adalah kata ganti benda yang ditunjuk kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain.ada tiga macam pronomina natara lain adalah:
1.      pronomina persona adalah pronomina yang diapakai untuk mengacu kepada orang.
2.      Pronimina petunjuk terbagi peonomina petunjuk umum,petunjuk temat,petunjuk ihwal.
3.      Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan.








Tabel Pronomina

Pronomina
Bahasa Indonesia
Bahasa Minang(pasaman)
Pertama
Saya, aku,
Aku ,awak
Kedua
Engkau,
Waang, diang(perempuan)
Ketiga
Mereka, kalian
Urang, kolian,